Menjadi Wanita Mandiri Jaman Now
Sudahkah Anda menjadi wanita mandiri jaman now?
Setiap wanita datang dari latar belakang yang berbeda. Setidaknya ada beberapa kategori wanita di sekitar kita:
- Wanita single yang belum bekerja
- Wanita single yang sudah bekerja
- Wanita menikah dan tidak bekerja
- Wanita menikah dan bekerja atau berusaha
Apa pun kategorinya, kemandirian wanita setidaknya mencakup dua hal penting:
- Mandiri secara finansial
- Mandiri secara life skill

Perjalanan Menemukan Kemandirian Finansial
Setelah menikah dan memiliki anak, saya sempat berpikir untuk menjadi full-time mother. Saat itu, penghasilan suami saya jauh lebih besar dibandingkan gaji saya sebagai dosen. Suami saya bahkan mengatakan, tanpa penghasilan saya pun kami tetap bisa hidup nyaman.
Saya menyukai pekerjaan saya sebagai dosen penuh waktu—profesi yang saya tekuni selama hampir delapan tahun. Namun jarak dari rumah saya di Kelapa Gading ke Universitas Pelita Harapan Tangerang memakan waktu sekitar dua jam perjalanan. Kondisi itu membuat saya bimbang: apakah saya harus terus bekerja sebagai dosen, atau berhenti dan menjadi ibu rumah tangga?
Di titik inilah saya menyadari satu hal penting:
Menjadi wanita mandiri secara finansial memberikan ruang gerak dan kebebasan.
Saya ingin bisa membeli kebutuhan pribadi tanpa rasa sungkan, memberi kepada orang tua, bahkan mengajak mereka berlibur tanpa harus sepenuhnya bergantung pada suami.
Kesadaran inilah yang mendorong saya mencari pekerjaan yang lebih fleksibel. Saya ingin tetap menjalankan peran sebagai ibu, sekaligus tetap memiliki penghasilan. Bersyukur, saya menemukan karier di bidang asuransi yang ternyata sangat cocok dengan kebutuhan dan nilai-nilai saya.
Kesempatan selalu ada. Pertanyaannya:
Apakah kita mau membuka mata, membuka telinga, dan keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal baru?
Saya sendiri berasal dari latar belakang engineering, tanpa pengalaman marketing. Namun saya memilih untuk belajar dari nol. Dari seorang yang pemalu dan takut tampil, saya bertransformasi menjadi pribadi yang berani presentasi dan berbicara di depan publik.

Life Skill yang Menjadikan Wanita Lebih Tangguh
Selain finansial, seorang wanita juga perlu mandiri dalam hal life skill. Ini mencakup banyak hal, mulai dari kemampuan mengambil keputusan hingga keterampilan sehari-hari seperti bepergian sendiri atau menyetir mobil.
1. BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN
Dulu, saya selalu takut salah. Setiap kali harus membuat keputusan, saya cenderung bertanya pada orang lain—orang tua, suami, atau teman. Ketika saya ingin pindah dari dunia dosen ke dunia marketing, banyak yang tidak setuju. Orang tua ragu, teman-teman pun meragukan apakah saya yang introvert bisa bertahan.
Namun saya mengambil langkah berani: mencoba keduanya selama satu tahun sebagai masa transisi. Hasilnya jauh melampaui ekspektasi. Penghasilan saya di asuransi bahkan melebihi gaji dosen. Keputusan itu menjadi awal perjalanan baru saya.
2. BERANI MENYETIR MOBIL
Sebagai pribadi yang cenderung introvert dan melankolis, saya sering overthinking. Banyak ketakutan muncul saat mulai belajar menyetir: takut menabrak, takut salah jalan, takut masuk jalur yang salah dan ditilang, hingga takut kecelakaan.
Namun saya tahu, kemampuan ini penting. Saya ingin lebih leluasa mengantar anak sekolah, membawa mereka ke dokter, dan siap sedia jika suatu hari suami sakit dan butuh dibawa ke rumah sakit.
Setiap ketakutan saya hadapi perlahan—hingga akhirnya menyetir menjadi bagian dari kemandirian saya.
3. BERANI BEPERGIAN KE LUAR NEGERI SENDIRI
Bepergian sendirian ke luar negeri adalah ketakutan terbesar saya. Tetapi karena kesempatan conference dan undangan menjadi pembicara sering datang, saya memaksakan diri belajar. Dan ternyata, saya bisa. Bahkan saya menikmati rasa percaya diri yang muncul setelahnya.
Menjadi Wanita Mandiri: Perjalanan Setiap dari Kita Berbeda
Dari pengalaman-pengalaman ini—mandiri dalam hal finansial, berani mengambil keputusan, berani menyetir, dan berani bepergian sendiri—saya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. Saya belajar menjadi role model bagi anak-anak saya, dan yang paling penting, saya menjadi a better version of myself.
Setiap wanita punya pergumulannya masing-masing. Namun satu hal pasti:
Menjadi wanita mandiri adalah pilihan. Dan pilihan itu dimulai dari keberanian untuk berubah.
Apakah Anda siap menjadi wanita mandiri jaman now?
Oleh Miliana Marten
